Say No To ” IKHWIT ” dan ” AKHWIT ”
Bismillahirrahmanirrahim...
”Ukhti, statusmu itu lho selalu membuatku bersemangat, jantungku
berdebar-debar,pokoknya ana bangga mengenal ukhti. Maukah ukhti menjadi
orang yang mengajarkan ana tentang ilmu…bla..bla..bla..” akhirnya nafsu
berbicara.
***
” Akhi, ana kagum dengan status-status
akhi di Facebook, jujur saja sana membutuhkan orang yang mau membimbing
ana dunia akhirat…bla..bla..bla..” kucing dikasih ikan, susah ditolak.
=================================
Kali ini saya ingin membahas masalah “Ikhwit” (Ikhwan Genit) dan
“Akhwit” (Akhwat Genit), karna masalah ini ternyata masih banyak yang
tidak menyadarinya.
Seorang ” Ikhwit” sangat senang membuat
status-status ‘islami” , namun di belakang itu semua masih suka chating
dengan wanita yang bukan mahram dengan kata-kata mesra, merayu, bahkan
membawa agama demi memperlancar aksinya.
Seorang “Ikhwit” akan
dengan gencar memakai sok ‘arab’ meski yang dia tahu hanya kata, akhi
dan ukhti, juga kata Ta’aruf. Karna menurutnya itu cukup untuk menggaet
seorang akhwat dalam rayuan mautnya, mengenalkan sejurus tipu daya
syetan. Lalu mengajak wanita untuk ta’arufan padahal ngajak pacaran.
Seorang “Ikhwit” akan terus terlihat sempurna didepan akhwat,
kata-katanya yang dibuat bijak, atau mengambil dalih-dalih, terlihat
sepintar mungkin. Ini semua dilakukan untuk menggaet kaum hawa yang
memang mudah terjebak dalam rayuan apalagi kalau melihat sang adam
sempurna.
Seorang ” Ikhwit ” akan senang dengan chating dengan
para akhwat, alasannya sih dakwah, tapi yang dibicarakan jauh dari
dakwah. Rayuan-rayuan yang dibungkus dengan gaya-gaya islami semisal :
ukhti, jangan lupa sholat tahajjud, do'akan saya dan tentu ukhti akan
selalu saya doakan agar segera..bla..bla..bla.
***
Seorang “Akhwit” akan selalu berdandan secantik mungkin, untuk menarik
si ikhwan terutama ikhwan genit. Dengan pesonanya dia mampu menggaet
setiap ikhwan yang menatapnya penuh harap.
Seorang “Akhwit”
senang sekali membalas rayuan seorang ikhwan tertuama para ikhwit yang
memang sama-sama genit. Tak ada hijab, tak ada adab, tak ada rasa malu.
Mereka saling merayu dan bergembira dengan syetan.
Seorang
“Akhwit” akan senang dengan kata-kata sok islami untuk mengundang para
ikhwit. Bahkan dibumbui kata-kata mesra yang dibungkus secara rapi
dengan kata islami yang menyejukkan.
Seorang “Akhwit” sangat
senang diberi perhatian lebih, digoda, dirayu. Bahkan membalasnya
dengan tak kalah mesra, tak kalah mendayu sehingga ikhwit terpana
dengan kata-katanya.
Seorang “Akhwit” senang dengan
memperlihatkan lekuk-lekuk auratnya walaupun rambut tertutup kerudung
tapi badan berlapis pakaian serba ketat. Menjadikan hal yang wajar
seolah-olah bahwa islam memperbolehkannya asalkan aurat tertutup meski
dengan pakaian serba ketat.
***
Mari kita perbaiki
diri dengan sebaik-baiknya perbaikan, bukan hanya memperbaiki diluarnya
saja namun dibelakang masih suka dengan hal-hal maksiat. Meski manusia
tidak melihatmu berbuat, yakinlah Allah Azza Wa Jalla melihat
perbuatanmu.
Azzam kan diri kita untuk baik dihadapan Allah Azza Wa Jalla, bukan hanya karena dilihat manusia kita menjadi baik.
Beranikan diri kita untuk menolak kemaksiatan dalam bentuk apapun, dan jauhkan diri kita dari hal-hal yang merusak akhlaq.
Iffah dan Izzah harus selalu dijaga dan dipertahankan, jangan sampai
kita termasuk dalam kriteria “ikhwit” atau ”akhwit”, apalagi didunia
serba maya yang hanya dirimu dan dirinya yang tahu, ingatlah bukan
hanya kita yang tahu segala yang kita perbuat. Tapi Allah selalu
memperhatikan setiap detik apa yang kita lakukan.
“Ilmu itu
adalah pemimpin, takut adalah pengemudi, sedangkan nafsu adalah kuda
yang mogok diantara keduanya yang menipu dan berpura-pura. Waspadalah
dan jagalah dia dengan siasat ilmu dan kemudikan dia dengan ancaman
ketakutan, maka engkau akan mendapatkan apa yang engkau harapkan.”
Wallahua’lam bish shawwab...
NB : Maaf bila ada yang tersinggung, ambil yang baik dan buang yang buruk. Tanamkan kebenaran dalam hatimu.
http://www.facebook.com/JanganJadi.MuslimahNyebelin/posts/375846775832277
No comments:
Post a Comment